Monday, February 6, 2012

SubhanAllah...




ALLAH, "And He is the most Forgiving and Loving" (Qur'an 85:14)


“People will love you for a short time but Allah will love you forever. People will listen to you sometimes, but Allah will listen to you all the time. People will forgive you sometimes, but Allah forgives every time.”









Ya allah inshallah on the day of Qayamat, please make a place for all my brothers and sisters in islam, that is a place in your beautiful paradise and protect us from Hell fire. Amin Ya Rabbal Alamin. I bear witness that there is no god but Allah, and Muhammad is the messenger of Allah.





 I am sure that not just me that saw the eclipse. When you see it, invoke Allah and don't forget to pray Inshallah. Allah wants us to remember him and make us realise that judgement day is around the corner. See, how powerful our Allah is. He is the one and only, the lord of the universe. Allahu Akbar! 








Sitting with wise people makes you wiser, sitting with ignorant people makes you ignorant, sitting with poor and less fortunate people removes the ego and pride from your heart






Reading the Qur'an, Performing Salah, Dhikr helps to relieve stress from our busy life at work, home or school. In addition Masjid is the best place to relieve stress.















.......

IQRA.....just a reminder


I Love to read subhanallahi wa bihamdihi , subhanallahi-hil azeem, muhammad (salllalahu alayhi wasallam) said tht if u read this everyday 100 times, Even if ur sins are equal to the foam of the sea they'll be forgiven. inshallah. And these two phrases are light on the tongue and heavy on their reward also this shows how merciful our lord ALLAH (swt) is . Try this during your free time and

May he forgive all our sins. Ameen







Our prophet (SAW) told us that there would be 3 major earthquakes before judgement day. One in the east , one in the west, and one in Arabia. There has already been one in Japan East and one in Haiti;West). Its very scary. What have we done to deserve Jannah? -we watch TV, swear, talk back & give attitude to elders, we watch things that we are not supposed to watch, some don't even wear a scarf. We listen to music & learning the lyrics, but why not learn the Quraan? We don't have enough imaan in us. We need to get rid of bad habits. Send this to as many muslims. If people act upon this, then Inshaallah, you will get rewards. 93% will not pass this on, will you be one of them? Allah says: 'If you deny me infront of your friends, then I will deny you.











Let us take this opportunity to pray for those whom you have connections with and have return to Allah. To Allah we belong, and to him is his return. It may be your Beloved Parents, family members, Cousins or your friends. May Allah forgive all their sins and may Allah enter them into Paradise. LAA ILAAHA ILLALLAAHUL H'ALEEMUL KAREEM.

LAA ILAAHA ILLALLAAHUL A'LIYYUL A'Z'EEM. SUBH'AANALLAAHI RABBIS SAMAAWAATIS SAB-I' WA RABBIL ARZ''EENAS SAB-I' WA MAA BAYNAHUMAA WA RABBIL A'R SHIL A'Z'EEM WAL-H'AMDU LILLAAHI RABBIL A'ALAMEEN.








Ya Allah, Knower of the unseen and the evident, Maker of the heavens and the earth, Lord of everything and its Possessor, I bear witness that there is none worthy of worship but You. I seek refuge in You from the evil of my soul and from the evil of Satan and his helpers. Ya Allah, You have created me, and I am Your slave, and I hold to Your Covenant as far as I can. I seek refuge in You from the evil of what I have done. I acknowledge the favours that You have bestowed upon me, and I confess my sins. Pardon me, for none but You has the power to pardon.







........





source ..






.........

Saturday, February 4, 2012

12 Rabiulawal 1433

Ya Salam Rasullullah saw....














.............................

12 Rabiulawal 1433/2012- Maulud Nabi

Janji Syaitan dan Iblis pada Anak-Cucu Adam a.s.

Maka ingatlah kepadaku dalam tiga perkara, nescaya aku tidak membuat kebinasaan kepadanya. 


Pertama – Ingatlah di waktu engkau tengah marah kerana aku akan membawa bisikan ke dalam hatimu dan mataku berada di dalam matamu dan aku berjalan dalam tubuhmu menurut perjalanan darah;


Kedua – Ingatlah kepadaku di waktu engkau bertempur di medan perang menghadapi musuh kerana aku akan datang kepada manusia di waktu bertempur dengan musuh itu dan aku ingatkan kepadanya akan anaknya, isterinya dan keluarganya supaya lari mundur teratur; 


Ketiga – Berhati-hati duduk dengan Perempuan yang bukan muhrim kerana aku akan menjadi utusannya kepadamu dan menjadi utusanmu kepadanya.
....


Bicara Syaitan dengan Nabi Nuh a.s.


Maka iblis berkata: “Ada lima perkara yang dapat aku binasakan manusia dengannya. Tetapi aku hendak menceritakan kepadamu tiga perkara, sedang yang dua perkara itu aku tidak menceritakannya kepadamu.”

Maka Allah segera memberi wahyu kepada Nabi Nuh a.s., bahawa tidak perlu bagimu yang tiga perkara itu. Suruh saja iblis itu menceritakan kepadamu yang dua perkara.

Nabi Nuh a.s. menyuruh iblis mencerita dua perkara seperti yang diwahyukan Allah kepadanya. Berkata iblis: “Dengan yang dua perkara itu aku dapat membinasakab manusia iaitu Al-hasad (dengki) dan Al-hirsh (serakah). Maka dengan hasad aku dilaknat, dan aku dijadikan syaitan yang direjam. Dan dengan hirsh, dibolehkan bagi Adam a.s. syurga itu semuanya, lalu aku mendapati keperluanku daripadanya, maka dikeluarkan dia dari syurga.”


...


 Nabi Yahya melihat kepada beberapa kaitan seperti pancing dari berbagai barang lalu bertanya: “Hai iblis! Kaitan apakah yang aku lihat padamu itu?” Jawabnya: “Inilah syahwat (keinginan nafsu) yang aku gunakan untuk mengail anak Adam (manusia).

Bertanya Nabi Yahya: “Apakah ada di dalam sesuatu barang bagiku?”

Jawab iblis: “Barangkali engkau kekenyangan makan lantas kami beratkan engkau dari zikir (ingat menyebut) Allah.”

Bertanya Nabi Yahya: “Adakah ada yang lainnya?” Jawab iblis: “Demi Allah, tidak ada yang.” Berkata Nabi Yahya: “Kerana Allah, aku wajibkan atas diriku, itu tidak akan aku penuhi (kekenyangan) perutku daripada makanan.” Dan berkata iblis: “Demi Allah, aku wajibkan atas diriku iaitu tidak akan aku berlaku ikhlas sekali-kali kepada orang Muslim.”


...





11 jenis manusia didoa Malaikat


PERCAYA kepada malaikat adalah antara rukun iman. Ada malaikat yang ditugaskan berdoa kepada makhluk manusia dan sudah tentu seseorang yang didoakan malaikat mendapat keistimewaan. Dalam hidup, kita sangat memerlukan bantuan rohani dalam menghadapi ujian yang kian mencabar. Bantuan dan sokongan malaikat sangat diperlukan.

antara jenis manusia yang akan menerima doa malaikat.  Ketika itulah sewaktu kita menghadapi masalah, kerumitan, keperluan dan bimbingan, bukan saja kita perlukan kekuatan doa dari lidah, tetapi juga sokongan malaikat.


Antara orang yang mendapat doa malaikat ialah:

1. Orang yang tidur dalam keadaan bersuci.

Rasulullah s.a.w bersabda, maksudnya: "Sesiapa yang tidur dalam keadaan suci, malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa: "Ya Allah, ampunilah hamba-Mu si fulan kerana tidur dalam keadaan suci."

2. Orang yang sedang duduk menunggu waktu solat.

Rasulullah s.a.w bersabda maksudnya: "Tidaklah salah seorang antara kalian yang duduk menunggu solat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali kalangan malaikat akan mendoakannya: 'Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia.'"

3. Orang yang berada di saf depan solat berjemaah.

Rasulullah s.a.w bersabda, maksudnya: "Sesungguhnya Allah dan kalangan malaikat-Nya berselawat ke atas (orang) yang berada pada saf depan."

4. Orang yang menyambung saf pada solat berjemaah (tidak membiarkan kekosongan di dalam saf).

Rasulullah s.a.w bersabda, maksudnya: "Sesungguhnya Allah dan kalangan malaikat selalu berselawat kepada orang yang menyambung saf."

5. Kalangan malaikat mengucapkan 'amin' ketika seorang imam selesai membaca al-Fatihah.

Rasulullah s.a.w bersabda maksudnya: "Jika seorang imam membaca...(ayat terakhir al-Fatihah sehingga selesai), ucapkanlah oleh kamu 'aamiin' kerana sesiapa yang ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, dia akan diampuni dosanya yang lalu."

6. Orang yang duduk di tempat solatnya selepas melakukan solat.

Rasulullah s.a.w bersabda, maksudnya: "Kalangan malaikat akan selalu berselawat kepada satu antara kalian selama ia ada di dalam tempat solat, di mana ia melakukan solat."

7. Orang yang melakukan solat Subuh dan Asar secara berjemaah.

Rasulullah s.a.w bersabda maksudnya: "Kalangan malaikat berkumpul pada saat solat Subuh lalu malaikat (yang menyertai hamba) pada malam hari (yang sudah bertugas malam hari hingga Subuh) naik (ke langit) dan malaikat pada siang hari tetap tinggal.
"Kemudian mereka berkumpul lagi pada waktu solat Asar dan malaikat yang ditugaskan pada siang hari (hingga solat Asar) naik (ke langit) sedangkan malaikat yang bertugas pada malam hari tetap tinggal lalu Allah bertanya kepada mereka: "Bagaimana kalian meninggalkan hamba-Ku?"
Mereka menjawab: 'Kami datang sedangkan mereka sedang melakukan solat dan kami tinggalkan mereka sedangkan mereka sedang melakukan solat, ampunilah mereka pada hari kiamat.'"

8. Orang yang mendoakan saudaranya tanpa pengetahuan orang yang didoakan.
Rasulullah s.a.w bersabda, maksudnya: "Doa seorang Muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa pengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, malaikat itu berkata 'aamiin dan engkau pun mendapatkan apa yang ia dapatkan.'"

9. Orang yang membelanjakan harta (infak).

Rasulullah s.a.w bersabda, maksudnya: "Tidak satu hari pun di mana pagi harinya seorang hamba ada padanya kecuali dua malaikat turun kepadanya, satu antara kedua-duanya berkata: 'Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak...' "

10. Orang yang sedang makan sahur.

Rasulullah s.a.w bersabda maksudnya: "Sesungguhnya Allah dan kalangan malaikat-Nya berselawat kepada orang yang sedang makan sahur."

11. Orang yang sedang menjenguk (melawat) orang sakit.

Rasulullah s.a.w bersabda, maksudnya: "Tidaklah seorang mukmin menjenguk saudaranya kecuali Allah akan mengutus 70,000 malaikat untuknya yang akan berselawat kepadanya di waktu siang hingga petang dan di waktu malam hingga Subuh."

Itulah antara mereka yang mendapat doa malaikat. WAllahu'alam. Semoga kita termasuk dan tersenarai sama. InsyaAllah


Sumber-

http://www.ipislam.edu.my/




.....

Sunday, January 29, 2012

Qadha', Jamak & Qasar



1.
What is the difference between jamak prayer and qasar prayer?
There are 2 types of solat for those who are travelling or in a state of musafir; Jamak and Qasar. Jamak is combining two prayers at one time period and it has 2 types; Taqdeem and Ta’khir. Jamak Taqdeem is combining Asar with Zuhur and Isya with maghrib. Jamak Ta’khir is combining Zuhur in the time of Asar and Maghrib in the time of Isya’.
Qasar is the shortening of a 4 raka’at prayer into a 2 raka’at prayer.
Both these prayers are a gift from Allah s.w.t to give ease for those in a state of musafir.
2.
What is the difference between Jamak and Qadha’?
Jamak is combining two prayers in one period of time, which is:
1) Performing Zuhur in the time of Asar or vice versa.
2) Performing Maghrib in the time of Isya’ or vice versa.
It may be performed when one is in a state of dharurah or musafir.
Qadha’ is repaying a missed solat in another time period. It may be performed at any time.
3.
When combining prayers, for example zuhur in the time of asar, which one should be performed first?
The prayer you mentioned is called jamak ta'khir. For jamak ta'khir of Zuhur to Asar, you can perform either one first. Although it is recommended according to some ulama, to perform the Asar prayer first since that is the time of Asar. The same goes when Maghrib is performed in the time of Isya', either one can be performed first though it is recommended to perform Isya' first.
The same goes for jamak taqdeem, when performing Asar in the time of Zuhur or Isya' in the time of Maghrib, it is preferable to perform Zuhur/ Isya' first.
Subuh prayer cannot be combined.
4.
Does one have to repay the prayers that one has missed?
It is necessary for a Muslim who missed his solat, to re-pay that solat at other times, as soon as possible, with the niat of qadha' when re-paying that solat
5.
How does one pay off missed solat (prayer) when one has not performed it for a very long period of time (months/ years)?
We must perform our missed solat (prayers) regardless whether we miss them intentionally or not. This is the position of the vast majority of Muslim scholars (ulama). It is good that you have the realisation to repay your missed solat. And it is good also that you have estimated the number of missed solat. If there are other ways to make your estimation better, than you should do it. If not, your best estimation on the number of missed solat will do.
What you can do now is to perform them. You can do it gradually. For example, after every solat, you perform the qadak solat (the missed solat). For example, after solat zuhur, you perform qadak solat Zuhur. Do this for the period that you have mentioned, and a little bit more, just in case you underestimate. Insya Allah, Allah will assist you in this regard.
8.
Can someone perform jamak prayer when he/ she is overseas for a long period of time?
Solat Jamak, that is combining Zuhur to Asar or vice versa; and combining Maghrib to Isyak or vice versa, can only be performed by travellers. The maximum number of days one can perform solat jamak when one has reached the destination is 3 days, provided that he leaves that country on the fourth day. But if he knows before hand that he will stay in that country for more than 3 days, he cannot perform solat jamak from the day he arrives. This is because he is no longer considered a traveller.
10.
What is the minimum distance of travel for one to be eligible to perform jamak prayer?
The minimum distance for performing jamak is more than 80km.
11.
Is it permisible for one to perform jamak if one’s working hours do not permit one to perform solat on time?
Allah has bestowed solat jamak on those who are travelling (musafir). For those who are in their own country, they are forbidden to do so with the exception of dharurah cases. Dharurah means a situation that very rarely happens, for example once or twice a year.
In the case of working hours that do not permit one to perform solat on time, effort must be made to perform it on time as much as possible. If all efforts has been made but to no avail, and the work one does is extremely vital and must be given full attention and the working hours very rarely clash with prayer times, it is therefore permissible for one to perform jamak, as no other way out has been found and as it is better than qadha’.



Source:
http://ibnbattutah.com/travel/index.php?option=com_content&view=article&id=6:qadha-jamak-a-qasar&catid=5:info



.....