Thursday, March 1, 2012

Bahaya Tidak Mahu Bayar Hutang


Dari Abdillah bin Abu Qatadah, dari Abu Qutadah , bahwasannyad ia telah mendengar dia menceritakan tentang Rasulullah , bahwasannya beliau telah berdiri di antara para shahabat kemudian menyebutkan, “Sesungguhnya Jihad fi Sabilillah dan Iman kepada Allah itu adalah amal-amal yang paling utama.” Maka berdirilah salah seorang shahabat kemudian dia berkata: “Wahai Rasulullah bagaimana pendapatmu jika saya terbunuh fi sabilillah, apakah semua dosa- dosa saya terhapus?” kemudian Rasulullah menjawab: “Ya, jika engkau terbunuh fi sabilillah sedangkan engkau sabar, semata-mata mencari pahala, maju terus, tidak mundur.” Kemudian Rasulullah berkata: “Bagaimana tadi apa yang engkau katakan?” Ia bertanya: “Bagaimana pendapatmu jika saya terbunuh fi sabilillah, apakah semua kesalahan saya akan terhapus? Maka Rasulullah menjawab: “Ya, kecuali hutang (tidakakan terhapus), kerana sesungguhnya Jibril mengatakan demikian kepadaku.” (HR Muslim).

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Jiwa seorang mukmin tergantung kerana hutangnya, sampai hutang itu dilunaskannya.” (HR. At Tirmidzi)

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Orang yang mati syahid diampuni semua dosanya kecuali hutangnya.” (HR. Muslim)

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: "Demi yang jiwaku ada ditanganNya, seandainya seorang laki-laki terbunuh di jalan Allah, kemudian dihidupkan lagi, lalu dia terbunuh lagi dua kali, dan dia masih ada hutang, maka dia tidak akan masuk syurga sampai hutang itu dilunaskan." (HR. Ahmad)

Al Qadhi ‘Iyadh Rahimahullah menjelaskan bahwa hak-hak yang terkaitan dengan manusia mesti diselesaikan sesama manusia. (Ikmalul Mu’allim, 6/155. Al Syarh Shahih Muslim, 6/362)

Imam Al Munawi Rahimahullah mengatakan: Maksud hutang di sini adalah semua hak sesama manusia samada berupa darah, harta, dan kehormatan. Hal itu tidak diampuni dengan mati syahid.

Hutang di atas adalah hutang yang dilakukan oleh orang yang tidak berniat untuk melunasinya, padahal dia mampu.

Ada pun bagi yang berniat melunasinya, tetapi ajal menjemputnya, atau orang yang tidak ada harta untuk membayarnya, dan dia juga berniat melunasinya, maka itu dimaafkan bahkan Allah Ta’ala yang akan membayarnya.

Al Qadhi ‘Iyadh mengatakan: Hal ini berlaku bagi orang yang memiliki sesuatu (mampu) untuk melunasi hutangnya. (Al Ikmal, 6/155).

Berkata Imam As Syaukani Rahimahullah: Ini terikat pada siapa saja yang memiliki harta yang dapat melunasi hutangnya. Ada pun orang yang tidak memiliki harta dan dia bertekad melunaskannya, maka telah ada beberapa hadits yang menunjukkan bahwa Allah Ta’ala akan menolong melunaskan untuknya. (Nailul Authar, 4/23)

Juga dikatakan oleh Imam Ash Shan’ani Rahimahullah: Yang demikian itu bagi siapa saja yang berhutang namun dia tidak berniat untuk melunasinya. (Subulus Salam, 3/51)

Ini juga dikatakan Imam Al Munawi: Perbincangan tentang ini berlaku pada siapa saja yang ingkar terhadap hutangnya. Ada pun bagi orang yang berhutang dengan cara yang dibenarkan dan dia tidak melanggar perjanjinya, maka dia tidaklah terhalang dari syurga. (Faidhul Qadir, 6/ 559)


Ringkasan :

1. Orang yang ada hutang tidak akan dapat masuk syurga.

2. Jangan ada niat untuk TIDAK MAHU BAYAR hutang.



Sumber: http://subhanallahu.multiply.com/journal/item/117/Co-


........

Kisah Ayat Kursi








Dari Abu Hurairah, dia berkata, Aku ditugaskan Rasulullah saw. untuk menjaga hasil zakat pada bulan Ramadhan. Tiba-tiba datanglah seseorang kepadaku, dan mengambil sedikit dari zakat itu. Maka aku menangkapnya seraya berkata, 'Kamu akan ku adukan kepada Rasulullah.' Orang itu berkata, 'Biarkan aku, sesungguhnya aku orang miskin, punya banyak anak.' Maka aku pun melepaskannya. Pada keesokan harinya, Rasulullah saw. bertanya kepadaku, 'Hai Abu Hurairah, apa yang dilakukan oleh tawanan mu kelmarin?' Aku menjawab, 'Ya Rasulullah, dia mengadukan kemiskinannya dan keluarganya yang banyak, maka aku kasihan dan aku membebaskannya.'

Nabi bersabda, 'Sesungguhnya orang itu berdusta kepadamu, dan dia akan kembali.' Saya sedar bahwa orang itu akan kembali karena Rasulullah saw. mengatakannya. Maka aku pun mengintipnya. Ternyata dia datang untuk mengambil makanan. Maka aku menangkapnya lagi seraya berkata, 'Sungguh aku akan mengadukan mu kepada Rasulullah saw.' Dia berkata, 'Lepaskanlah aku, sesungguhnya aku sangat susah dan punya keluarga yang banyak, saya tidak akan kembali.' Maka aku pun merasa kasihan dan membebaskannya lagi. Keesokan harinya, Rasulullah saw. bertanya kepadaku, 'Hai Abu Hurairah, apa yang telah dilakukan tawananmu kelmarin?' Saya menjawab, 'Wahai Rasulullah, dia mengadukan kemiskinan dan jumlah keluarganya yang banyak, maka aku pun jatuh kasihan dan membebaskannya lagi.'

Nabi bersabda, 'Sesungguhnya dia berdusta kepadamu, dan dia akan kembali.' Maka pada yang ketiga kalinya aku mengintipnya. Dia datang mengambil makanan. Segera aku menangkapnya seraya berkata: 'Sungguh aku akan mengadukan mu kepada Rasulullah Ini adalah yang ketiga kalinya. Kamu mengatakan bahwa kamu tidak akan kembali, namun nyatanya kembali lagi.'

Dia berkata, 'Biarkan aku mengajarimu beberapa kalimat yang dengannya kamu akan beroleh manfaat dari Allah.' Saya bertanya: 'Kalimat apakah itu?' Dia berkata: 'Apabila kamu hendak tidur, maka bacalah ayat kursi. 'Maka Allah akan senantiasa menurunkan pelindung bagimu dan syaitan tidak akan mendekatimu hingga pagi.'

Maka akupun membebaskannya. Keesokan hari, Rasulullah saw. bertanya kepadaku, 'Apa yang telah dilakukan oleh tawanan mu kelmarin?' Saya menjawab, 'Wahai Rasulullah, dia telah mengajariku beberapa kalimat yang dengannya Allah akan memberiku manfaat, maka aku pun melepaskannya.' Beliau bertanya, 'Kalimat apakah itu?' Saya menjawab, 'Dia berkata kepadaku, 'Apabila kamu akan tidur, maka bacalah ayat kursi.' Dia berkata kepadaku, 'Allah akan senantiasa menurunkan pelindung bagimu dan syaitan tidak akan mendekati mu hingga pagi.'

Maka Nabi saw. bersabda, 'Dia telah berkata benar kepadamu, walaupun sebenarnya dia adalah pendusta. Hai Abu Hurairah, tahukah dengan siapa kamu berbicara selama tiga malam itu?' Saya menjawab tidak. Nabi bersabda, 'Dia adalah syaitan.'" (HR Bukhari)





.......

Hayati 10 ayat surah Al-Kahfi


10 AWAL DAN AKHIR AYAT SURAH AL-KAHFI
Sabda Baginda Rasulullah s.a.w. tentang Dajjal
Sumber: bahterawawasan
Nabi saw bersabda;”
Barangsiapa yang menghafaz 1-10 ayat dari surah Al-Kahfi di pelihara dan di selamatkannya dari Fitnah Dajjal ‘. (Diriwayatkan oleh Ahmad dan Muslim, An-Nasaie)
Disunnahkan membaca surah Al-Kahfi pada siang hari atau malam harinya (Jumaat) sebagaimana pendapat Imam Syafi’i (Lihat Al-Adzkar oleh Imam Nawawi).
Seorang muslim yang menghafal sepuluh atau tiga ayat pertama dari surah Al-Kahfi akan terjaga dari fitnah Dajjal, atau siapa yang membaca sepuluh ayat terakhir dan sepuluh ayat dari surah Al-Kahfi akan terjaga dari fitnah Dajjal.
Dalilnya adalah hadits dari Abu Darda radliallahu `anhu dari Nabi berkata:
“Barangsiapa yang menghafal sepuluh ayat pertama dari surah Al- Kahfi terjaga dari fitnah Dajjal.”
(HR. Muslim, Abu Dawud, Nasai, Tirmidzi)
Pada lafadz Tirmidzi: “Barangsiapa menghafal tiga ayat dari surah Al-Kahfi akan terjaga dari fitnah Dajjal.”
Dia berkata: “Hadits hasan.”
Pada hadits yang diriwayatkan dari Imam Ahmad dari Abu Darda radliallahu `anhu bahwa Nabi SAW berkata; “Barangsiapa yang membaca sepuluh ayat terakhir dari surah Al-Kahfi akan terjaga dari fitnah Dajjal.”
Hadits tersebut juga diriwayatkan oleh Muslim dan Nasai dari Qatadah radliallahu `anhu.
Dan pada lafadz Nasai menyatakan:
“Barangsiapa membaca sepuluh ayat (mana saja) dari surah Al-Kahfi akan terjaga dari fitnah Dajjal.”
Hadis daripada Anas bin Malik pula Baginda bersabda:
“Keluar Dajjal daripada Yahudi Asfahan bersamanya 70,000 orang yahudi,”.
Pada hadits yang marfu’ dari Ali bin Abi Thalib:
“Barangsiapa yang membaca surah Al-Kahfi pada hari Jum’at maka ia akan dijaga dari setiap fitnah sampai delapan hari walaupun Dajjal keluar ia akan tetap terjaga dari fitnahnya.”
__________________________________________________________________________________________________
Hakim Tasdiq: Saya sertakan 10 awal dan akhir ayat surah Al-Kahfi di bawah ini:




Source ..and thank you to...
http://1khalifah.wordpress.com/2011/01/10/hayati-10-ayat-surah-al-kahfi/




.....

Baca ayat Kursi sebelum tidur

Nabi saw. bersabda, "Apabila kamu masuk ke tempat tidurmu, maka bacalah ayat Kursi 'Allahu La Ilaha Illa Huwal Hayyul Qayyum', sehingga habis ayat ini. Maka sesungguhnya, akan sentiasa ada penjaga dari Allah untuk kamu dan syaitan tidak akan dapat mendekati kamu sehingga pagi". (HR Bukhari)


Terjemahan :
Allah, tiada Tuhan melainkan Dia, Yang Tetap hidup, Yang Kekal selama-lamanya mentadbirkan sekelian makhlukNya. Yang tidak mengantukdan tidak tidur. Yang memiliki segala yang ada di langit dan yang ada di bumi. Tiada sesiapa yang dapat memberi pertolongan melainkan dengan izinNya. Yang Mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka, sedang mereka tidak mengetahui sesuatu pun dari ilmu Allah melainkan apa yang Allah kehendaki (memberitahu kepadanya). Luasnya Kursi Allah (ilmuNya dan kekuasaanNya) meliputi langit dan bumi dan tiadalah menjadi keberatan kepada Allah menjaga serta memelihara keduanya. Dan Dialah Yang Maha Tinggi (darjat kemuliaanNya), lagi Maha Besar (kekuasaanNya). (al-Baqarah ayat 255)






....

Kelebihan Berselawat






Dari Fadhalah bin Ubaid r.a. katanya: Rasulullah s.a.w. pernah mendengar seseorang yang berdoa, tetapi dia tidak mengucapkan puji-pujian kepada Allah Ta'ala dan tidak pula membaca selawat pada Nabi s.a.w, lalu Rasulullah s.a.w. bersabda: Tergesa-gesa sekali orang ini, kemudian orang itu dipanggilnya. Nabi s.a.w lalu bersabda pada orang itu atau pada orang lain juga: Jikalau seseorang di antara engkau semua hendak berdoa, maka hendaklah memulakan dengan mengucapkan puji-pujian kepada Allah, selanjutnya membaca selawat kepada Nabi s.a.w. seterusnya bolehlah dia berdoa dengan apa yang dikehendakinya. (HR Abu Dawud dan Termidzi)

Nabi saw. bersabda, "Perbanyakkanlah membaca selawat pada ku pada malam dan hari Jumaat, maka siapa yang membaca selawat untukku satu kali, Allah akan berselawat kepadanya 10 kali (Allah akan memberinya rahmat 10 kali) ". (HR Baihaqi)

Dari Aus bin Aus r.a.katanya, Rasulullah s.a.w bersabda, "Sesungguhnya di antara hari-harimu yang paling utama sekali ialah hari Jumaat, maka perbanyakkanlah membaca selawat padaku pada hari itu, sebab sesengguhnya bacaan selawatmu itu ditunjukkan kepadaku. Para sahabat berkata: Ya Rasulullah, bagaimanakanh selawat kita semua itu dapat ditunjukkan kepada Tuan, sedangkan Tuan sudah hancur tubuhnya? Nabi s.a.w bersabda: Sesungguhnya Allah mengharamkan pada tanah untuk makan tubuh sekalian Nabi. (HR Abu Dawud dengan isnad sahih.)

Dari Abu Hurairah r.a. pula bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda: Tiada seorang pun yang memberi salam/selawat padaku, melainkan Allah mengembalikan rohku, sehingga saya dapat menjawab salam orang itu. (HR Abu Dawud dengan isnad sahih.)

Dari Ibnu Mas'ud r.a. bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda, "Seutama-utama manusia bagiku pada hari kiamat ialah orang yang terbanyak berselawat pada aku, yakni lebih diutamakan untuk memperoleh syafaat dan dapat kedudukan yang terdekat dengannya. (HR Termidzi, hadis hasan.)

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikatNya berselawat kepada Nabi, wahai orang-orang yang beriman, ucapkanlah selawat dan salam dengan sebenar-benarnya salam kepada Nabi itu. (al-Ahzab:56)



sumber..
Tazkirah.





......

Nabi Muhammad saw - Biography


                                        








Nabi Muhammad s.a.w. pernah berkahwin dengan 13 orang perempuan. Sebelas daripadanya pernah bersama dengan Baginda sebagai suami isteri, manakala dua daripadanya diceraikan sebelum mereka bersama.


  1. Khadijah binti Khuwailid al-Asadiyah r.a.
  2. Saudah bt. Zam'ah al-Amiriyah al Quraisiyah r.a.
  3. Aisyah bt. Abi Bakr r.a.
  4. Hafsah bt. Umar bin al-Khattab r.a.
  5. Ummu Salamah Hindun bt. Abi Umaiyah r.a.
  6. Ummu Habibah Ramlah bt. Abi Sufian r.a.
  7. Juwairiyah ( Barrah ) bt. Harith
  8. Safiyah bt. Huyay
  9. Zainab bt. Jansyin
  10. Raihanah bt. Zaid bin Amrin
  11. Maimunah bt. Al-Harith
  12. Zainab bt. Khuzaimah
  13. Maria al-Qibtiyyah (Maria si Qibti)

















Furthur readings and reference....

http://azharjaafar.blogspot.com/

http://1khalifah.wordpress.com/tag/salasilah-nabi-muhammad-saw/











...

Selawat Syifa and Selawat Murah Rezeki

Feed your Spirit... and this is...
Food for your Soul..!!











Law Ka Na Bai Na Na....

Seandai nya Rasullullah is  next to you... what would you do..??  what would you say...??

Tak kenal maka tak cinta...

Maka ....berkenalan lah dengan rasullullah saw....hayati lah ...bacalah...kenal lah....siapa  rasullullah saw...
then you'll know... how mulia nya akhlak rasullullah...

If reading his biography can make you feel he's near you...and feel touched and joy....
Believe me ...he's next to you...
That alone will make him the happiest rasul...to know that you are raising your standard to his sunnah...

Love rasullullah saw.... because he loves us more...

And so Must You..of him.

......


.....